Jumat, 04 Mei 2012


ETIKA, MORAL DAN SUSILA

1.1            PENGERTIAN

A.                 Ethos
Dari segi etimologi (ilmu asal usul ), kata ethos berasal dari bahasa yunani, ethos yang berarti watak kesuilaan atau adat. Dalam kamus umum bahasa Indonesia ethos diarttikan sebagai ilmu pengetahuan tentang akhlak (moral). Dari pengertian kebahasan ini terlihat bahwa ethos (etika) berhubungan dengan upaya menentukan tingkah laku manusia.
Adapun arti etika menurut istilah yang telah di kemukakan oleh beberapa ahli yang sesuai dengan sudut pandangannya masing-masing
1.      Etika adalah ilmu yang menjelaskan arti baik dan buruk, menerangkan apa yang seharusnya dilakukan oleh manusia , menatakan tujuan yang harus dituju oleh manusia di dalam perbuatan mereka dan menunjukan jalan untuk melakukan apa yang seharusnya diperbuat.( menurut Ahmad Amin)
2.      Etika sebagai filsafat nilai kesusilaan tentang baik buruk, serta berusaha mempelajari nilai-nilai dan juga merupakan pengetahuan tentang nilai-nilai itu sendiri. ( menurut Soegarda poerbakawatja )
3.      Menurut Austhin fogothey, sebagai dikutip ahmad charis zubair mengatakan bahwa etika berhubungan dengan seluruh ilmu pengetahuan tentang manusia dan masyarakat sebagai antropologi, psikologi, sosiologi, ekonomi, ilmu politick dan ilmu hukum.
4.      Menurut Frankena, sebagai juga dikutip ahmad charis zubair bahwa etika sebagai caban filsafat , yaitu filsafat moral atau pemikiran filsafat tentang moralitas problem moral dan pertimbangan moral.
5.      Etika adalah ilmu yang mempelajari soal kebaikan dan keburukan di dalam hidup manusia semuanya, teristimewa mengenai gerak gerik pikiran dan rasa yang dapat merupakan pertimbangan dan perasaan sampai mengenai tujuannya yang dapat merupakan perbuatan. ( menurut ki Hajar Dewantara ).
6.      Etika adalah ilmu tentang tingkah laku manusia pinsip-prinsip yang di sistimatisir tentang tindakan moral yang betul ( menurut webster’s sirct ).
7.      Etika adalah ilmu yang menyelidiki mana yang baik dan buruk dengan memperhatikan amal perbuatan manusia sejauh yang dapat diketahui oleh akal pikiran.

Dari beberapa definisi etika tersebut diatas dapat segera kita ketahui bahwa etika berhubungan dengan empat hal :
1.      Dari segi obyek pembahasan , etika berupaya membahas perbuatan yang dilakukan oleh manusia
2        Dari segi sumbernya, etika bersumber pada akal pikiran atau filsafat.
3        Dari segi funsinya, etika berfungsi sebagai penilai, penentu dan penetap terhadap suatu perbuatan tersebut akan dinilai baik, buruk, mulia, terhormat, hina dan sebagainya.
4        Di lihat dari segi sifatnya, etika bersifat relative yaki dapt berubah-ubah sesuai dengan tuntunan zaman.

Ada orang yang berpendapat bahwa etika sama dengan akhlak. Persamaan ini    memang ada, karena keduanya membahas masalah tingkah laku manusia.

a.1. TUJUAN ETIKA

Tujuan etika dalam pandangan falsafah manusia adalah mendapat ideal yang sama bagi seluruh manusia disetiap waktu dan tempat tentang ukuran tingkah laku yang baik dan buruk sejauh yang dapat diketahui oleh akal pikiran manusia. tetapi dalam uaaha mencapai tujuan itu, etika mengalami kesulitan, karena pandangan masing-masing golongan didunia ini tenang baik dan buruk mempunyai ukuran yang berlainan dan sifatnya relative. Setiap golongan mempunyai konsepsi sendiri.  

a.     MORAL
Moral dari segi bahasa berasal dari bahasa latin, yaitu mores jamak dari kata mos yang berarti adat kebiasaan. Di dalam kamus umum bahasa Indonesia dikatakan bahwa moral adalah penentuan baik dan buruk terhadap perbuatan dan kelakuan

Selanjutnya moral dalam arti istilah adalah suatu istilah yang digunakan untuk menentukan batas dari sifat, perangai, kehendak, pendapat atau perbuatan yang secara layak dapat dikatakan benar, salah, baik atau buruk.

Selanjutnya pengertian moral dijumpai pula dalam The Advance Leaner’s Dictionary of Current English. Dalam buku ini di kemukakan beberapa pengertian moral sebagai berikut:
1.      Prinsip-prinsip yang berkenaan dengan benar dan salah, baik dan buruk.
2.      Kemampuan untuk memahami perbedaan antara benar dan salah;
3.      Ajaran atau gambaran tingkah laku yang baik.

Berdasarkan kutipan tersebut diatas, dapat kita pahami bahwa moral adalah istilah yang diguakan untuk memberikan batasan terhadap aktivitas manusia dengan nilai(ketentuan) baik atau buruk, benar atau salah. Jika dalam kehidupan sehari-hari dikatakan bahwa orang tersebut bermoral, maka yang dimaksudkan adalah bahwa orang tersebut tingkah lakunya baik.
a.     SUSILA 

Susila atau kesusilaan berasal dari kata susila yang mendapatkan awalan ke- dan akhiran an, kata tersebut berasl dari bahasa sansekerta, yaitu su an susila, su berarti baik, bagus dan sila berarti dasr, prinsip, peraturan hidup atau norma.
Kata susila selanjutnya di gunakan untuk arti sebagai aturan hidup yang lebih baik. Orang yang susila adalah orang yang berkelakuan baik, sedankanorang yang a susila adalh orang yang berklakuan buruk. Para pelaku zina ( pelacur ). Misalnya sering diberi gelar tuna susila. Dan kata susila berarti sopan, beradab, baik budi bahasanya. Dan kesusilaan sam dengan kesopanan.dengan demikian kesusilaan lebih mengacu kepada upaya membimbing, memandu, mengarahkan membiasakan dan memasyarakatkan hidup yang sesuai dengan norma atau nilai-nilai yang berlaku dalam masyarakat
Sama halnya dengan moral,pedoman umtuk membimbing agar orang berjalan dengan baik juga berdasarkan pada nilai-nilai yang berkembang dalam masyarakat dan mengacu kepada ssuatu yang dipandang baik oleh masyarakat.

b.     Hubungan etika, moral, susila dengan akhlak  

Dilihat dari funsi dan perannya, dapat dikatakan bahwa etika, moral, susiala dan akhlak sama, yaitu menentukan hukun atau nilai dari suatu perbuatan manusia untuk ditentukan baik atau buruknya. Kesemua istilah tersebut sama-sama menghendaki terciptanya keadaan masyarakat yang baik, teratur, aman, damai, dan tenteram sehingga sejahtera batiniah dan lahiriahnya. Namun demikian etika, moral, susila dan akhlak tetap saling berhubungan dan membutuhkan. Uraian tersebut diatas menunjukan dengan jelas bahwa etika, moral, dan  susila berasal dari produk rasio dan budaya masyarakat yang secara selektif diakui sebagai yang bermanfaat dan baik bagi kelangsungan hidup manusia. sementara akhlak berasal dari wahyu, yakni ketntuan yang berdasarkan petunjuk al-qur’an dan hadist.dengan kata lain jika etika, moral dan susila berasal dari manusia sedangkan akhlak berasal dari tuhan.
Dalam pelaksanaan norma akhlak yang terdapat dalam Al-qur’an dan al-sunah itu sifatnya dalam keadaan “belum siap pakai” jika al-qur’an meyuruh kita baik kepada ibu- bapak, menghormati sesame kaum muslimin, dan menyuruh menutup aurat, maka suruhan tersebut belum dibarengi dengan cara-cara,sran, bentuk dan lainnya, bagaimanakah cara menghormati kedua orang tua tidak kita jumpai dalam al-qur’an dan hadist. Demikian pula bagaimana carakita menghormati sesama muslim dan menutup aurat juga tidak kita temui didalam al-qur’an. Cara-cara untuk menentukan kelakuan akhlak yang ada dalam al-qur’an dan al-hadisitu memerlukan penalaran para ulama dari waktu kewaktu. Cara menutup aurat, model pakaian, ukuran dan potongannya yang sesuai dengan ketentuan akhlak jelas memerlukan hasil pemikiran akal pikiran manusia dan kesepakatan masyarakat untuk menggunakanya.
Dengan demikian keberadaan etika, moral dan susila sangat dibutuhkan dalam rangka menjabarkan dan mengoperasionalisasikan ketentuan akhlak yang terdapat didalam al-qur’an. Disinilah letak peranan dari etika, moral dan susila terhadap akhlak.
Namun demikian bisa saja terjadi bahwa antara akhlak dengan etika, moral dan susila menunjukan keadaan yang tidak sejalan. Hal ini bisa terjadi pada masyarakat yang dalam berpikirnya bersiat liberal, ateis dan sekuler sebagaimana terjadi di barat.

c.      PERBEDAAN ETIKA,MORAL DAN SUSILA DENGAN AKHLAK

Perbedaan antara etika, moral dan susila dengan akhlak adalah terletak pada sumber yang dijadikan patokan untuk menentukan baik dan buruk. Jika dalam etika penilaian baik buruk berdasarkan kebiasaan yang berlaku umum dimasyarakat, maka pada akhlak ukuran yang digunakan untuk menentukan baik dan buruk itu adalah al-qur’an dan al-hadis.
Perbedaan lain antara etika, moral dan susila terlihat pula pada sifat dan kawasan pembahasannya. Jika etika bersifat lebih banyak teoritis, maka pada moral dan susila lebih banyak bersifat fraktis. Etika memandang tingkah laku manusia secara umum, sedangkan moral dan susila bersifat local dan individual. Etika menjelaskan ukuran baik dan buruk, sedangkan moral dan susila menyatakan ukuran tersebut dalam bentuk perbuatan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar